Benarkah Letak Keraton Padjadjaran di Kuningan?

Peta lokasi Keraton Padjadjaran Kuningan
Peta lokasi Keraton Padjadjaran Kuningan

Kuningan News – Perbincangan mengenai sejarah keberadaan Keraton Padjajaran yang selama ini terdapat di Bogor, membuat tokoh masyarakat Kuningan angkat bicara. Setelah mendalami dari berbagai aspek bukti sejarah, seorang penggali sejarah yang juga mantan Sekda Kuningan, H E Madrohim didampingi putranya, Adi Sri Chandra serta pemerhati sejarah, Syarif Juanda, menyimpulkan, letak Keraton Padjajaran sesungguhnya berada di Kuningan.

Menurut msesepuh Kuningan sekaligus sebagai sesepuh susuhunan luhur mulya, HE Madrochim melalui putranya, Adi Sri Chandra, keraton yang juga disebut sebagai Pararaton Panca Padjadjaran Ing Medang Kamuliaan Kuningan Salakadomas (Tempat Para Dewa/Kahyangan) itu sudah saatnya kembali digali oleh masyarakat Kuningan sendiri, bahkan harus diketahui oleh khalayak.

“Nama Keraton Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati adalah Nama Keraton di Tatar Sunda pada zaman buhun yang sudah tidak asing lagi di masyarakat Jawa Barat,” kata Adi Sri Chandra diamini adik kandung Laksma. Syarif Husin, Syarif Juanda kepada Kuningan News, (21/6).

Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati kata Adi, merupakan lima Keraton besar yang berjajar dari arah utara ke selatan yang terbagi oleh garis tengah terusan sungai Cilengkrang Kurucuk di kaki Gunung Ciremai sebelah Timur.  “Wilayah inilah yang terletak di Kabupaten Kuningan Jawa Barat dan itu pula yang dimaksud dengan Padjadjaran,” tegasnya.

Lebih lanjut Adi memaparkan, Keraton Padjadjaran adalah Keraton yang mengemban dan memandu Panca Pandawa Keraton Susuhunan Penguasa Jagat Pati. Inilah yang dikatakan Pakuwuan/Pakuan, tempat kedudukan Pusar Lingga Kerajaan sebagai tempat bersemayamnya Yang Agung Yang Dimuliakan, Sri Baginda Maha Raja Ismaya (Sang Hyang Bhatara Ismaya) Sri Badranaya Kartika Sakti Kerta Wibawa Sakti Mandraguna, atau dikenal dengan nama  Aki Cirem.

“Tiap Keraton tersebut mengandung pengertian berbeda, Keraton Sri Suradipati adalah bermakna sebagai Keraton Induk yang berkedudukan di Winduherang sebagai Pusat Dayeuh Sundapura dengan Sri Baginda Maha Raja Ismaya sebagai Sang Maha Mentri, Pusat Pemerintahan Jagat Pati,” tegasnya.

Menurutnya, Keraton Sri Bima berkedudukan di Lingga Jati (sekarang Objek Wisata Pemandian) yang mana sebelumnya berkedudukan di Winduherang. Keraton Sri Punta Pertama berkedudukan di Balong Dalem Jalaksana (sekarang Objek wisata Balong Dalem), kemudian berpindah ke Cipari (Sekarang Museum Purbakala). Selanjutnya, Keraton Sri Narayana pertama kali berkedudukan di Cijoho (Sekarang Leles belakang LP) yang kemudian lokasinya berpindah ke Manis Kidul (sekarang Objek Wisata Cibulan). Sementara, Keraton Sri Madura berkedudukan di Cigugur (sekarang Objek wisata Pemandian Cigugur).

“Keraton Padjadjaran itu beberapa kali mengalami perpindahan tempat, namun tidak berpindah ke lokasi lain (hanya perubahan nama) dengan tanpa merubah arah lokasi, atau tetap berjajar dari arah Utara ke Selatan, dibawah kaki Gunung Ciremai sebelah Timur. Hal itu terjadi pada masa Taruma Negara/Jagat Pati, yaitu zaman Kala Ruba berkisar tahun 400-500 sebelum masehi,”paparnya.

Selain itu tutur Adi, Keraton Sri Bima awalnya berkedudukan di Keraton Sri Suradipati (Winduherang), kemudian pada zaman Wisnu Warman/Raden Kandyawan memindahkan Keratonnya ke Medang Jati-Medang Sana atau sekarang wilayah Lingga Jati dan Lingga Sana. Tempat ini tetap bernama Keraton Bima. Sementara, Keraton Sri Sura Adipati berkedudukan di Winduherang yang dijadikan sebagai Keraton Induk/Pusat.

“Raden Kandyawan atau Pangeran Sura Liman Agung yang bergelar Sri Baginda Maha Raja Wisnu Warman Jagat Pati merupakan putera Sri Purnawarman alias Pangeran Arya Adipati Ewangga yang bergelar Raja Resi Dewaraja atau Dewangga,”terangnya.

Sebagai pelengkap kada Adi, berikut nama-nama Raja yang bertahta di tiapKeraton masing-masing. Keraton Sri Sura Adipati diantaranya, Sri Baginda Maha Raja Purnawarman Jagatpati/Pangeran Arya Adipati Ewangga/Sura Liman Sakti/Raja Resi Dewa Raja, Sang Hyang Batara Wisnu/Raden Kandyawan/Pangeran Arya Adipati Sura Liman Agung/Sri Baginda Maha Raja Wisnu Warman Jagat Pati Kusuma,          Sang Rama Jaksa Pati Kusuma/Sang Pandawa/Rama Wijaya/Sri Baginda Maha Raja Candra Warman dan Raden Demunawan /Sri Maha Prabu Resi Guru Saweukarma.

Kemudian, Raja-Raja yang bertahta di Keraton Sri Bima, diantaranya yaitu Sri Baginda Maha Raja Wisnu Warman/Sang Hyang Batara Wisnu/Begawan Sat Mata/Sang Layuwatang, Pangeran Lingga Kusuma Yuda/ Sri Baginda Raja Lingga Warman, Maha Prabu  Tarusbawa (Tohaan), Sri Maha Raja Haris Darma Yuda/Sanjaya dan Sri Maha Prabu Raden Darma Siksa/Prabu Guru Darma Siksa Para Amarta Sang Maha  Purusa (Titisan Batara Wisnu).

Adapun Raja-Raja yang bertahta di Keraton Sri Punta pertama saat berkedudukan di Jalaksana (Balong Dalem) diantaranya yaitu, Raden Mandi Minyak (Jala Antara),           Raden Brata Senawa/Sena (Hantara) dan Raden Wijaya Kusuma/Purba Sura. Kemudian, Raja-Raja yang Bertahta di Keraton Sri Punta ke dua saat berkedudukan di Cipari diantaranya yaitu,        Raden Wijaya Kusuma/Raden Purbasura, Raden Permana Dikusuma Ajar Padang Sukaresi Begawat Sajala-jala dan Raden Surotoma/Ciung Wanara atau Arya Santana.

Terdapat pula, Raja-Raja yang bertahta di Keraton Sri Narayana pertama yang berlokasi di Cijoho (Leles belakang LP) diantaranya yaitu, Sang Pandawa/Sri Baginda Maha Raja Candra Warman/ Rama Wijaya/Begawan Nara Pati Wasu Brata. Keraton ini dijadikan sebagai pusat keraton Galuh Pakuan yang mana beliau bergelar Prabu Anom/H. Alit.

Kemudian, Keraton tersebut pindah ke Cibulan yang sekarang sebagai Objek Wisata Pemandian. Raja-Raja yang bertahta di Keraton Sri Narayana Cibulan diantaranya yaitu, Sang Rama Wijaya/Dharma Kusuma/ Sri Baginda Maha Raja Candra Warman, Sang Maha Prabu Wretikandayun/ Raden Sri Sura Dharma, Sang Purba Wisesa/Sang Haliwungan dan Sri Baduga Jaya Ratu Haji, yang sekarang kita kenal dengan nama Prabu Siliwangi.

Terakhir, Raja-Raja yang bertahta di Keraton Sri Madura saat berkedudukan di Cigugur (Sekarang Objek Wisata Kolam Pemandian) diantaranya yaitu, Sri Maha Prabu Wretikandayun/ Raden Sri Sura Dharma, Sri Maha Raja Haris Dharma Yhuda/Raden Sanjaya, Raden Tamperan Bramawijaya, Raden Kamarasa Arya Banga Sang  Jaya Jago dan Raden Surajaya Wisesa/Prabu Guru Gantangan/Ratu Sang Hyang/ Ki Gedeng Kuningan.

Sumber :

http://www.kuningannews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=3588:keraton-padjadjaran-di-kuningan&catid=323:politik-dan-pemerintahan&Itemid=615#comment-532

2 thoughts on “Benarkah Letak Keraton Padjadjaran di Kuningan?

  1. Dimana Keraton SRI BIMA PUNTA NARAYANA MADURA SURADIPATI?
    “BOA-BOA” itu bukan KERATON BERJAJAR LIMA, tapi bisa jadi sebuah keraton yang bernama: Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati.
    Ada kemungkinan kata kuncinya adalah SRI BIMA.
    Sri = Sari = Inti = PUSAT
    Bima = Titik BUMI
    Sri Bima = PUSAT TITIK BUMI
    Mungkin arti dari Sri Bima adalah PUSAT TITIK BUMI = SUNDAPURA = SURALAYA = PARAHYANGAN.

    Bisa jadi ini keraton ‘Khalifatulard’ sebagai PUSAT DUNIA atau IBUKOTA DUNIA. Jika demikian tentu berbeda dengan Keraton Galuh atau Keraton Pakuan yang cakupannya hanya seluas Nusantara.

    Dimana Telaga MAHA RENA (Rena Maha Wijaya)?
    Maha Rena = AREAL YANG SANGAT LUAS.
    Telaga yang paling besar di Jawa Barat telaga apa?
    Jangan-jangan adalah TELAGA BANDUNG atau DANAU BANDUNG.

    Apa itu Lawang Saketeng?
    Lawang Saketeng kemungkinan SANGHYANG TIKORO yang berpungsi untuk memempat saluran air agar Danau Bandung berisi air atau sebaliknya.

    Apa itu GUGUNUNGAN yang dibuat oleh Prabu Siliwangi?
    Gugunungan adalah GUNUNG BOHONG-BOHONGAN, yaitu bukan gunung alam tapi gunung yang sengaja dibuat agar tanah menjadi tinggi & tidak terendam oleh Danau Bandung.
    Gunung Bohong-bohongan bisa dicurigai adalah GUNUNG BOHONG yang terletak antara CIMAHI~BATUJAJAR.

    Prabu Siliwangi mengeraskan jalan dengan batu atau batu yang ditata berjajar sebagai pengeras jalan, dimana lokasinya?
    Sepertinya lokasi yang logis yaitu di BATUJAJAR.

    Dimana Nusalarang?
    Apakah Nusalarang adalah PADALARANG?

    Dimana Hutan Samida?
    Samida = SAMIDANG
    Samidang merupakan kata “sawanda” dengan SUMEDANG.

    Perhatikan di Pusat Parahyangan dikenal istilah:
    1)KEBON RAJA atau KEBUN KERAJAAN. Kebun Kerajaan apa ya?
    2)TAMAN SARI atau TAMAN KERAJAAN. Taman Kerajaan apa ya?
    3)TEMPURAN SUNGAI & Pulau Sari di Sungai Cikapundung.

    Maaf saya hanya iseng sambil MERABA-RABA SAJA dan belum pasti kebenarannya, namun PATUT DICURIGAI sebagai target penelitian.

    Selamat berandai-andai
    Terima kasih.

  2. Semua orang tau bahwa kerajaan PADJADJARAN terletak dikota BOGOR, bukan di KUNINGAN,bisa di buktikan dengan banyak nya patilasan-patilasan nya,contoh PRASASTI BATU TULIS. dan patilasan ibu RATU GALUH MANGKUALAM,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s