Sejarah Seputar Cigugur

Foto Cigugur pada tahun 1920-an dari COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Vijver_met_heilige_vissen_Tjigoegoer_TMnr_60005197.jpg‎, Bahasa Inggris: Pond With Sacred Fishes (Kolam dengan Ikan Keramat), pembuat: G.F.J. (Georg Friedrich Johannes) Bley (Fotograaf/photographer).

Kolam Cigugur merupakan Kolam Keramat peninggalan Raja Sunda Galuh Pakuan Prabu Resi Guru Darmasiksa Sanghyang Wisnu yang memerintah (1175 – 1297 M). Prabu Darmasiksa berhasil membawa Kerajaan Sunda ke Puncak Keemasan dan berhasil menyatukan kembali Galuh dan Pakuan kedalam satu pemerintahan, Wilayah Kerajaan Sunda waktu itu meliputi Lampung, Banten, Jawa Barat sampai ke Sungai Cipamali atau Kali Pemali Brebes Jawa Tengah. Prabu Darmasiksa selain seorang raja juga merupakan seorang resi yang arif dan bijaksana dan berhasil melahirkan ajaran Sanghyang Siksa Kandang Karesian, Kundangeun Urang Reya (berisi ajaran budi pekerti yang luhur) yang beberapa abad kemudian dilaksanakan oleh keturunannya yaitu Sribaduga Maharaja Jaya Dewata (Prabu Siliwangi), Raja Pakuan Pajajaran.

Pada masa Prabu Darmasiksa memerintah pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Tatar Sunda berkembang pesat hal itu ditandai dengan didirikannya Mandala/ Kabuyutan (Pusat Ilmu Pengetahuan, Pengobatan, dan Kebudayaan) di hampir seluruh wilayah Kerajaan Sunda. Masing- masing Mandala dipimpin oleh seorang Wiku/ Resi sehingga sering juga disebut Desa Kawikuan. Salah satu Mandala/ Kabuyutan tersebut adalah Mandala/ Kabuyutan Cigugur Kuningan yang dipimpin oleh seorang Resi bernama Ki Gede Padara. Mandala/ Kabuyutan yang dikeramatkan (disakralkan) umumnya ditempatkan pada tempat- tempat kritis yang dilindungai diantaranya Sumber Mata Air, Gunung, Bukit, Pinggir Sungai, dan tempat- tempat kritis lainnya. Tujuan penempatannya adalah untuk melindungi tempat- tempat tersebut agar tetap terjaga kelestariannya.

Prabu Resi Guru Darmasiksa memerintah kerajaan Sunda Galuh Pakuan selama 122 tahun dimana 12 tahun pertama dilakukan di Saunggalah (Kabupaten Kuningan saat ini) dan kemudian setelah itu pindah ke Pakuan (Bogor saat ini). Salah satu Mandala yang bertahan sama persis seperti aslinya sampai sekarang adalah Kabuyutan Kanekes (Desa Kawikuan “Baduy” Banten). Beberapa Mandala/ Kabuyutan yang ada di Kabupaten Kuningan yang sekarang sudah berubah fungsi menjadi Obyek Wisata diantaranya Obyek Wisata Cigugur, Obyek Wisata Talaga Remis, Obyek Wisata Paniis, Obyek Wisata Balong Dalem, Obyek Wisata Cibeureum, Obyek Wisata Cibulan, Obyek Wisata Balong Darmaloka, dan Situs Kebon Balong Sangkanhurip. Prabu Resi Guru Darmasiksa sangat panjang umur karena beliau menganut prinsip hidup yang sangat luhung yaitu Ajaran Kasundaan. Sunda sendiri artinya putih bersih/ cemerlang, ajaran Kasundaan yang dianut oleh Prabu Darmasiksa adalah bagaimana menjaga hati dan pikiran selalu putih bersih/ cemerlang terbebas dari iri dengki dan sifat- sifat negatif yang akan membawa keburukan kepada umat manusia.

Sanghyang Siksa Kandang Ng Karesian Kundangeun Urang Reya mengajarkan manusia untuk memahami tentang Ethos Kasundaan yaitu keluhungan budi pekerti yang baik dan secara prinsip dapat dipahami sebagai 5 ethos kebudayaan Sunda yaitu Cageur (Sehat Jasmani dan Rohani), Bageur (Baik dan Luhung Budi Pekertinya, senantiasa menjaga nilai-nilai integritas dan kemanusiaan), Bener (Menjaga nilai- nilai kebenaran universal dan selalu bertindak jujur), Singer (Mawas diri dan tidak sombong), dan Pinter (Pandai/ Cerdas memiliki pikiran yang panjang dan selalu berfikir positif). Menurut cerita apabila mengamalkan ajaran tersebut maka tidak akan kena penyakit dan tidak akan mati, secara prinsip dapat dipahami bahwa orang yang memiliki hati bersih tentunya tidak akan terkena penyakit hati seperti iri, dengki, syirik, dan lain sebagainya serta tidak akan mati dalam artian karena kebaikannya namanya akan selalu hidup dan dikenang sepanjang jaman (tidak akan mati).

sumber :

http://www.cigugur.com/id/index.php?option=com_content&view=article&id=48&Itemid=56

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s