Antara kelalaian dan masalah teknis

 

image

Hari sabtu tanggal 10 desember 2011, seperti rencana awal bahwa hari sabtu ini harus lembur masuk kantor karena ada beberapa kerjaan yang harus segera dituntaskan. Aktifitas dimulai dengan dengan bangun siang sekitar jam 09.00 maklum hari ini adalah hari libur dan kebetulan semalam baru pulang jam 02.00 dari kantor. Seusai mandi dan menyiapkan beberapa perlengkapan yang biasa dibawa ke kantor saya pun langsung  memanaskan si putih sebutan bagi motor metik tunggangan saya. Begitu saya nyalakan si putih lampu utamanya pun langsung menyala mengarah ke cermin. Setelah dirasa cukup saya pun langsung tancap gas sambil mampir sejenak untuk mengantarkan laundryan. Tak lama setelah itu saya pun bergegas untuk menuju ke kantor di jalan bkr. Begitu melintas jalan supratman volume kendaraan terlihat cukup padat dan ternyata sedang ada razia kendaraan bermotor dengan santainya saya pun melintas ke hadapan jajaran petugas yang sedang beroprasi. Saya pun merasa pede karena kelengkapan kendaran saya memang lengkap da ternyata memeng tak ada petugas yang memberhentikan laju si putih. Dengan perlahan saya pun terus berjalan di tengah padatnya jalan, begitu akan melintasi jalan laswi terlihat antrian kendaraan semakin memadat. Dengan perlahan tapi pasti saya pun terus melaju. Begitu akan melintas depan Hotel Horison terlihat dari kejauhan ada razia kembali, masih dengam pede tingkat tinggi saya pun melintas. Sontak saya terkaget karena ada satu aparat yang memberhentikan saya. Dengan berusaha tetap tenang saya pun menghampirinya. Belum sempat mematikan mesin sang petugas pun langsung menegur katanya “nyalakan lampu utamanya pak!!!” Saya pun sempat bingung “nah lhoooo…. ini udah nyala pak!!!” Saya pun menegaskan pada sang petugas. Lalu sang petugas pun mendekat dan saya pun menunjukan posisi saklar dalam keadaan menyala. Tanpa panjang lebar sang petugas menanyakan SIM dan STNK, saya pun langsung menunjukannya. Tanpa ada basa basi sang petugas pun langsung mengeluarkan surat tilang sambil berkata “anda sudah melakukan kelalaian dengan tidak menyalakan lampu utama” sambil menulis surat tilang. Dengan santai saya pun bertanya “lalai dimananya pak? Posisi lampu saya kan on, bukan salah saya kalau lampunya mati toh sebelum berangkat tadi saya sudah pastikan lampunya menyala dengan baik” sang petugas pun menjawab “tetap saja lalai!!!” Sambil sesikit berfikir dan introspeksi apakah ini kelalain? Saya pun kembali bertanya “apa ini bisa digolongkan kelalaian pak?!” Sang petugas pun menjawab “seharusnya sebelum anda berangkat periksa dan pastikan semua berjalan normal!” Saya pun kembali menjawab “saya sudah yakin semuanya berjalan normal pak! Kalau memang senaja lampu tidak saya nyalakan mungkin bisa bapak anggap saya lalai ini kan sudah jelas on dan ternyata lampunya mati.” Tanpa banyak bicara sang petugas pun memberikan kembali STNK beserta surat tilang lalu pergi begitu saja. Masih dengan sesikit rasa bingung dan sambil meredam emosi saya pun sempat menggambil gambar untuk kenang kenangan dan kembali melanjutkan perjalanan. Pertanyaannya sekarang hal apa saja yang bisa digolongkan kelalaian?
Apakah masalah teknis biasa digolongkan kelalain?
Dan apakah bukti tidak dapat membatu mempertegas suatu masalah jika berhadapan pada aturan?

Apapun dan bagaimana pun ini adalah dampak dari ketidak jelasan suatu aturan.

Iklan

2 thoughts on “Antara kelalaian dan masalah teknis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s