Kilas Sejarah Kuningan

Kehidupan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Kuningan telah dimulai sejak + 3.500 tahun sebelum masehi (zaman neolitik dan megalith), hal ini didasarkan atas temuan peninggalan yang hingga kini dapat kita lihat di Taman Purbakala Cipari Kelurahan Cigugur, antara lain berupa menhir, dolmen, kuburan batu, perkakas batu, dan keramik. Baca lebih lanjut

Sejarah Cigugur dalam Versi Lain

WILAYAH Kuningan, sebuah kota kecil berada di bawah kaki Gunung Ciremai. Gunung ini merupakan salah satu gunung tertinggi di Jawa Barat, banyak menyimpan objek wisata yang bervariasi dari mulai keindahan alamnya yang masih alami, peninggalan-peninggalan prasejarah sampai awal sejarah. Selain itu juga masih menyimpan pesta budaya yang dilakukan setiap tahun yaitu Seren Tahun. Objek wisata yang tak kalah menarik adalah keberadaan Ikan Dewa sebagai bekas kota peninggalan zaman prasejarah, Kuningan tidak hanya memiliki situs-situs prasejarah berupa benda mati, tetapi juga mempunyai fosil hidup yang merupakan peninggalan zaman purba dan satu-satunya ikan yang ada di nusantara. Baca lebih lanjut

Benarkah Letak Keraton Padjadjaran di Kuningan?

Peta lokasi Keraton Padjadjaran Kuningan
Peta lokasi Keraton Padjadjaran Kuningan

Kuningan News - Perbincangan mengenai sejarah keberadaan Keraton Padjajaran yang selama ini terdapat di Bogor, membuat tokoh masyarakat Kuningan angkat bicara. Setelah mendalami dari berbagai aspek bukti sejarah, seorang penggali sejarah yang juga mantan Sekda Kuningan, H E Madrohim didampingi putranya, Adi Sri Chandra serta pemerhati sejarah, Syarif Juanda, menyimpulkan, letak Keraton Padjajaran sesungguhnya berada di Kuningan. Baca lebih lanjut

Sejarah Seputar Cigugur

Foto Cigugur pada tahun 1920-an dari COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Vijver_met_heilige_vissen_Tjigoegoer_TMnr_60005197.jpg‎, Bahasa Inggris: Pond With Sacred Fishes (Kolam dengan Ikan Keramat), pembuat: G.F.J. (Georg Friedrich Johannes) Bley (Fotograaf/photographer).

Kolam Cigugur merupakan Kolam Keramat peninggalan Raja Sunda Galuh Pakuan Prabu Resi Guru Darmasiksa Sanghyang Wisnu yang memerintah (1175 – 1297 M). Prabu Darmasiksa berhasil membawa Kerajaan Sunda ke Puncak Keemasan dan berhasil menyatukan kembali Galuh dan Pakuan kedalam satu pemerintahan, Wilayah Kerajaan Sunda waktu itu meliputi Lampung, Banten, Jawa Barat sampai ke Sungai Cipamali atau Kali Pemali Brebes Jawa Tengah. Prabu Darmasiksa selain seorang raja juga merupakan seorang resi yang arif dan bijaksana dan berhasil melahirkan ajaran Sanghyang Siksa Kandang Karesian, Kundangeun Urang Reya (berisi ajaran budi pekerti yang luhur) yang beberapa abad kemudian dilaksanakan oleh keturunannya yaitu Sribaduga Maharaja Jaya Dewata (Prabu Siliwangi), Raja Pakuan Pajajaran. Baca lebih lanjut